Rabu, 07 Januari 2015

Komjen Makbul Padmanagara di lantik jadi Wakapolri


Kapolri Jenderal Pol Sutanto memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolri dari Komjen Pol Adang Daradjatun kepada Komjen Pol Makbul Padmanagara. Upacara berlangsung di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (28/12/2006). Adang Daradjatun yang memasuki masa pensiun adalah alumni Akpol 1972. Sebenarnya dia sudah masuk usia pensiun pada Mei 2006. Namun kemudian diperpanjang selama satu tahun hingga Mei 2007. Karena ingin berkonsentrasi dalam Pilkada DKI Jakarta 2007, Adang mengundurkan diri sebagai anggota Polri. Adang kini telah resmi dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk maju sebagai Gubernur DKI Jakarta 2007-2013. Sedangkan Makbul sebelumnya adalah Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri. Jabatan Kabareskrim yang ditinggalkan Makbul diisi oleh Irjen Pol Bambang Hendarso Dahuri.

Selasa, 06 Januari 2015

Makbul Padmanagara Menjabat Kabareskim



Pergantian jabatan terjadi di tubuh Polri. Jumat (3/6) pagi ini, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Polisi Suyitno Landung akan menyerahkan jabatannya kepada Komjen Pol. Makbul Padmanegara. Rencananya serah terima jabatan (sertijab) Kabreskrim Mabes Polri ini dipimpin Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar di Ruang Utama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, pukul 09.00 WIB.

Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Polisi Sunarko mengatakan, tidak ada yang istimewa dari pergantian jabatan kabareskrim ini. Itu adalah pergantian biasa di tubuh Polri. Sunarko mengatakan, Suyitno selanjutnya akan menduduki jabatan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Makbul Padmanegara yang sempat menjadi perwira tinggi di Mabes Polri pernah menjabat kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika (BNN). Ia lalu digantikan Komjen Pol. Soetanto. Makbul sebelumnya, yakni pada 2001 pernah menjabat kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Sumber 
( Liputan 6 SCTV)

Makbul Resmi Menjabat Kapolda Metro Jaya



Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar, Senin (24/12), memimpin upacara serah terima jabatan Kepala Polda Metro Jaya dari Komisaris Jenderal Polisi Sofjan Jacoeb kepada Inspektur Jenderal Makbul Padmanegara. Acara serah terima jabatan dilaksanakan di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sejak pukul 09.00 WIB. 

Sedianya, sertijab Kapolda Metro Jaya dilakukan Jumat pekan silam. Namun, karena Kapolri Da`i Bachtiar masih sibuk berkunjung ke daerah, acara sertijab baru bisa dilaksanakan pada hari ini. Sejumlah petinggi Polri dan Polda Metro Jaya tampak hadir dalam acara sertijab ini. 

Sedangkan undangan yang hadir antara lain, anggota Komisi II DPR Dimyati Hartono, Permadi, Setya Novanto, Ketua Komisi I Ibrahim Ambong, dan Haryanto Taslam. Selain itu, hadir pula ketua DPP Pemuda Pancasila Yapto Soemarno, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Syaefuloh Yusuf, Ketua Laskar Merah Putih Edi Hartawan, dan Ketua Urban Poor Consorsium Wardah Hafidz.(ULF/Nina Bahri dan Haryo Dewanto). sember: Liputan 6 SCTV

PROFILE LAKSAMANA MADYA TNI ADE SUPANDI JABAT KEPALA STAF ANGKATAN LAUT



Tampuk pimpinan tertinggi di jajaran TNI Angkatan Laut, 
yaitu Jabatan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) resmi dijabat oleh 
Laksamana Madya TNI AdeSupandi, S.E.yang dilantik oleh Presiden RI 
Ir. H. Joko Widodo sebagai Kasal di Istana Negara Jakarta,
Rabu, 31 Desember 2014. 

Beliau menggantikan Laksamana TNI Dr. Marsetio 
yang sudah memasuki masa pensiun.
Beliau adalah Perwira kelahiran Batujajar, Bandung, 26 Mei 1960 
yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 
angkatan ke-28 tahun 1983.

Beliau menyelesaikan pendidikan militernya di 
Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan XXVIII Tahun 1983.
Diantara beberapa nama yang pernah menjabat sebagai Kasal, 
Laksamana Madya TNI Ade Supandi, S.E. merupakan Kasal berdarah Pasundan 
setelah R.E. Martadinata yang menjabat tahun 1959-1966 . 
Beliau juga meneruskan jejak Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno 
yang saat  ini menjadi Menkopolhukam , 
yaitu sebelum menjabat Kasal didahului menjabat sebagai 
Kasum TNI terlebih dahulu pada masa Panglima TNI Djoko Santoso tahun
2008.
Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, yakni ;
·         Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla)
·         Komando Armada RI Wilayah Barat tahun 2009,
·         Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 2010.
·         Kemudian sebelum menjabat sebagai Asrena Kasal (2012),
·         Panglima Armada RI Wilayah Timur (Pangarmatim) pada tahun 2011

·         Kepala Staf Umum (Kasum) TNI pada 2014.

Pendidikan militer  yang telah ditempuhnya selain di AAL, 
di antaranya meliputi ;
·         Sus Padiv (1983), CICWO Course (1988), ASW.
·         Training Officer Course (1988)
·         Sus Korban Tembakan (1989),
·         Dikspespa Artileri Ang-3 (1989),
·         Diklapa II Koum Angkatan-5 (1992),
·         Dikpa Intelmar (1994),
·         Sesko TNI Angkatan-29 (2002),
·         dan Lemhannas RI (PPSA) Angkatan-17 (2011).

Berbagai tanda jasa bintang dan satyalencana diperoleh antara lain:
·         Bintang Yudha Dharma Pratama ,
·         Bintang Yudha Dharma Nararya,
·         Bintang Jalasena Pratama,
·         Bintang Jalasena Nararya,
·         Satya Lencana GOM VII,
·         Satya Lencana Dwidya Sistha I,
·         Satya Lencana Dwidya Sistha II,
·         Satya Lencana Kesetiaan VIII,
·         Satya Lencana Kesetiaan XVI,
·         Satya Lencana Kesetiaan XXIV,
·         Satya Lencana Wira Nusa,
·         Satya Lencana Wira Karya,
·         Satya Lencana Dharma Nusa,
·         Satya Lencana Dharma Samudra,
·         Satya Lencana Wira Dharma (perbatasan),
·         dan Satya Lencana Kebaktian Sosial.

Sumber : http://www.tnial.mil.id/

Minggu, 04 Januari 2015

Sejarah Badan SAR Nasional

Lahirnya organisasi SAR di Indonesia yang saat ini bernama BASARNAS diawali dengan adanya penyebutan "Black Area" bagi suatu negara yang tidak memiliki organisasi SAR.
Dengan berbekal kemerdekaan, maka tahun 1950 Indonesia masuk menjadi anggota organisasi penerbangan internasional ICAO (International Civil Aviation Organization). Sejak saat itu Indonesia diharapkan mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di Indonesia.


Sebagai konsekwensi logis atas masuknya Indonesia menjadi anggota ICAO tersebut, maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan untuk membentuk panitia SAR. Panitia teknis mempunyai tugas pokok untuk membentuk Badan Gabungan SAR, menentukan pusat-pusat regional serta anggaran pembiayaan dan materil.
Sebagai negara yang merdeka, tahun 1959 Indonesia menjadi anggota International Maritime Organization (IMO). Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota ICAO dan IMO tersebut, tugas dan tanggung jawab SAR semakin mendapat perhatian. Sebagai negara yang besar dan dengan semangat gotong royong yang tinggi, bangsa Indonesia ingin mewujudkan harapan dunia international yaitu mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran.
Dari pengalaman-pengalaman tersebut diatas, maka timbul pemikiran bahwa perlu diadakan suatu organisasi SAR Nasional yang mengkoordinir segala kegiatan-kegiatan SAR dibawah satu komando. Untuk mengantisipasi tugas-tugas SAR tersebut, maka pada tahun 1968 ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor T.20/I/2-4 mengenai ditetapkannya Tim SAR Lokal Jakarta yang pembentukannya diserahkan kepada Direktorat Perhubungan Udara. Tim inilah yang akhirnya menjadi embrio dari organisasi SAR Nasional di Indonesia yang dibentuk kemudian.

Pada tahun 1968 juga, terdapat proyek South East Asia Coordinating Committee on Transport and Communications, yang mana Indonesia merupakan proyek payung (Umbrella Project) untuk negara-negara Asia Tenggara. Proyek tersebut ditangani oleh US Coast Guard (Badan SAR Amerika), guna mendapatkan data yang diperlukan untuk rencana pengembangan dan penyempurnaan organisasi SAR di Indonesia.
Kesimpulan dari tim tersebut adalah :
  1. Perlu kesepakatan antara departemen-departemen yang memiliki fasilitas dan peralatan;
  2. Harus ada hubungan yang cepat dan tepat antara pusat-pusat koordinasi dengan pusat fasilitas SAR;
  3. Pengawasan lalu lintas penerbangan dan pelayaran perlu diberi tambahan pendidikan SAR;
  4. Bantuan radio navigasi yang penting diharapkan untuk pelayaran secara terus menerus.
Dalam kegiatan survey tersebut, tim US Coast Guard didampingi pejabat - pejabat sipil dan militer dari Indonesia, tim dari Indonesia membuat kesimpulan bahwa :
  1. Instansi pemerintah baik sipil maupun militer sudah mempunyai unsur yang dapat membantu kegiatan SAR, namun diperlukan suatu wadah untuk menghimpun unsur-unsur tersebut dalam suatu sistem SAR yang baik. Instansi-instansi berpotensi tersebut juga sudah mempunyai perangkat dan jaringan komunikasi yang memadai untuk kegiatan SAR, namun diperlukan pengaturan pemanfaatan jaringan tersebut.
  2. Personil dari instansi berpotensi SAR pada umumnya belum memiliki kemampuan dan keterampilan SAR yang khusus, sehingga perlu pembinaan dan latihan.
Peralatan milik instansi berpotensi SAR tersebut bukan untuk keperluan SAR, walaupun dapat digunakan dalam keadaan darurat, namun diperlukan standardisasi peralatan.
Hasil survey akhirnya dituangkan pada "Preliminary Recommendation" yang berisi saran-saran yang perlu ditempuh oleh pemerintah Indonesia untuk mewujudkan suatu organisasi SAR di Indonesia.

Jumat, 02 Januari 2015

Sejarah Kepolisian Indonesia

 


Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Polri dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). 

Masa Kerajaan
Bibit awal mula terbentuknya kepolisian sudah ada pada zaman Kerajaan Majapahit. Pada saat itu patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas melindungi raja dan kerajaan. Maka dari itu hingga saai ini sosok Gajah Mada merupakan simbol Kepolisian RI dan sebagai penghormatan, Polri membangun patung Gajah Mada di depan Kantor Mabes Polri dan nama Bhayangkara dijadikan sebagai nama pasukan Kepolisian.


Masa kolonial Belanda
Pada masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan diawali oleh pembentukan pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu. Pada tahun 1867 sejumlah warga Eropa di Semarang, merekrut 78 orang pribumi untuk menjaga keamanan mereka.
Wewenang operasional kepolisian ada pada residen yang dibantu asisten residen. Rechts politie dipertanggungjawabkan pada procureur generaal (Jaksa agung). Pada masa Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan) , stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain.
Sejalan dengan administrasi negara waktu itu, pada kepolisian juga diterapkan pembedaan jabatan bagi bangsa Belanda dan pribumi. Pada dasarnya pribumi tidak diperkenankan menjabat hood agent (bintara), inspekteur van politie, dan commisaris van politie. Untuk pribumi selama menjadi agen polisi diciptakan jabatan seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.
Kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara tahun 1897-1920 adalah merupakan cikal bakal dari terbentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.

Dahsyatnya Doa “Duduk Di antara Dua Sujud”

Ketika orang ditanya, “do’a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim?" Banyak yang menjawabnya dengan salah.
Begitu seringnya do’a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang tidak merasa berdo’a.
Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari
Do’a itu adalah DO’A DI ANTARA DUA SUJUD, marilah kita renungi maknanya :
ROBIGHFIRLII, Wahai Tuhan ampunilah dosaku. Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho Allah. Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.
WARHAMNII, Sayangilah diriku. Kalau kita disayang Alllah, hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih sayang akan dapat dicapai semua cita2. Dengan kasih sayang Allah nafsu kita akan terbimbing.
WAJBURNII, Tutuplah segala kekuranganku. Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekeurangan kita ditutup/diperbaiki Allah, maka kita akan menjadi manusia sebenarnya.
WARFA’NII, Tinggikanlah derajatku. Kalau Allah sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita.
WARZUQNII, Berikanlah aku rizki, sebagai hamba Allah kita membutuhkan rizki. Allah mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan.
WAHDINI, Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan. Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan agama. Tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah.
WA’AAFINII, Berikanlah aku kesehatan. Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban oranga lain. “Health is not everything, but without health everything is nothing.”
WA’FUANNII, Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan. Kita awali do’a ini dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan agar catatan dosa kita dihapus. Sehingga kita benar-benar bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir.
Allah memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah mencontohkan kepada kita, menurut logika do’a tersebut pasti terkabul. TAPI PERSOALANNYA “DI MANA HATI DAN PIKIRAN KITA KETIKA KITA MEMBACA DO’A ITU?"
RASULULLAH MENGINGATKAN KITA BAHWA, “ALLAH TIDAK AKAN MENGABULKAN DO’A YANG KELUAR DARI HATI YANG LALAI.”
SEMOGA BERMANFAAT