Minggu, 25 Agustus 2013

MUSIM NIKAH, LAKI2 JANGAN PAKAI EMAS


... ALASAN ISLAM MELARANG PRIA MEMAKAI EMAS..

Tentu kalian pernah mendengar kalo umat islam melarang kaum pria memakai emas.mungkin diantara kalian bertanya-tanya kenapa islam melarang ya,padahal kan bukan barang haram.kalo haram tentu wanita juga dilarang memakai emas.ternyata bukan karena takut kaum wanita tersaingi tapi karena ada alasan lain yang baru bisa dibuktikan pada abad ke 20.berikut hadis nya.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kaum laki-laki memakai cincin emas [1] Al-Bukhari dan Muslim masing-masing dari Al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah.hadits ini diriwayatkan oleh imam al bukhori dan imam muslim ternyata diabad ke 20 Para ahli fisika telah menyelidiki hal ini dan kemudian menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita (pria) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas). Dan apabila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer.sebabjika tidak di buang maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit alzheimer.
Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal,tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa.salah seorang yang terkena penyakit alzheimer adalah charles bronson,ralph waldo emerson dan sugar ray robinson.
Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas ? "Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi." itulah sebabnya islam mengharamkan pria memakai emas dan membolehkan wanita memakai perhiasan emas.
itulah alasan agama islam melarang pria memakai emas,ternyata hal ini telah diketahui rasulullah muhammad sallallahu alaihi wasallam 1400 tahun yang lalu.padahal beliau tidak pernah belajar ilmu fisika dan tidak paham tentang fisika. Allahu akbar.

Rabu, 21 Agustus 2013

INI ASAL MULA TRADISI LOMBA 17 AGUSTUS

Beragam perlombaan setiap tanggal 17Agustus sudah tidak bisa dipisahkan lagi dengan masyarakat Indonesia. Sebut saja panjat pinang, makan kerupuk, balap karung. Namun, tidak banyak yang tahu kapan tradisi ini mulai dijalankan.

Sejarawan dan budayawan JJ Rizal, mengatakan, tradisi perlombaan mengisi hari kemerdekaan Indonesia sebenarnya baru dimulai pada tahun 1950-an dari inisiatif masyarakat.

"Itu dimulai sejak usia kelima Proklamasi Kemerdekaan. Sebelum tahun 1950-an tidak ada perlombaan, mayoritas pidato dari Presiden karena waktu itu masa revolusi.Berbagai permainan itu asalnya bukan perintah negara, namun inisiatif masyarakat," ujarnya.

Bang JJ, sapaan akrab JJ Rizal, menceritakan pada saat itu masyarakat ingin memeriahkan kemerdekaan yang telah diperjuangkan. Apalagi sejak peperangan usai dan ibu kota dipindahkan dari Yogyakarta menuju Jakarta. "Aneka permainan ini ada di kampung-kampung di Jakarta, kemudian cepat menyebar ke daerah-daerah lain. Bahkan perlombaan 17 Agustus ada hingga di tingkat nasional," kata dia.

Dulu bahkan presiden pertama Indonesia, Soekarno termasuk salah satu orang yang paling bersemangat dengan perlombaan 17-an ini.

Selamat Berlomba yah....Tetap Semangat dan Merdeka..!

Sabtu, 17 Agustus 2013

Cara Melakukan Kung Fu Peremuk Tulang

Mungkin kamu adalah orang yang cinta damai. Tapi kamu harus mengakui, bahwa terkadang dalam hidup ini kamu membutuhkan yang namanya ilmu bela diri. Apalagi melihat kenyataan bahwa belakangan ini makin banyak orang jahat. Nah pertanyaan paling pentingnya adalah: ilmu bela diri apa yang mau kamu pelajari? Taekwondo? Karate? Pencak Silat? Basi ah!
Mari kita belajar Kung Fu Peremuk Tulangnya guru Yosen!
Hah, kamu gak tau Kung Fu Peremuk Tulangnya Guru Yosen? Kamu umur berapa sih? Pasti masih kecil banget.
Kung Fu Peremuk Tulang adalah sebuah jurus terkenal di seri Kung Fu Boy karya Takeshi Maekawa. Kung Fu Boy berkisah tentang Chinmi, seorang jenius bela diri yang hanya ada 100 tahun sekali. Selama perjalannnya, Chinmi belajar banyak banget jurus, tapi entah kenapa yang dia pake sampe sekarang hanyalah Kung Fu peremuk tulang yang dia pelajari di jilid 11.
Nah, mari kita pelajari bersama!

Dasar Kung Fu Peremuk Tulang

Buat yang belum tahu, Kung Fu Peremuk Tulang ini adalah sebuah Kung Fu yang luar biasa kuat yang bisa menghancurkan sebuah gentong besar!

Kung Fu ini juga bisa digunakan untuk menyerang seseorang yang ada di balik tembok. Wih keren banget kan? Nah bagaimana cara melakukan Kung Fu yang satu ini?
Menurut Guru Yosen, teorinya begini:
Guru Yosen
Harus melipat gandakan berat badan di saat memukul yang juga melipat gandakan tenaga pukulannya. itulah inti dari kungfu peremuk tulang
Wah kedengarannya cukup rumit. Bagaimana latihannya? Berikut adalah poin-poin penting yang dipelajari oleh Chinmi!

Hentakan Kaki


Salah satu poin yang menjadi inti dari Kung Fu Peremuk Tulang adalah hentakan kaki yang sangat kuat sehingga membuat lantai bolong. Ini adalah efek dari berat badan yang dilipat-gandakan saat memukul yang juga akan melipat gandakan tenaga pukulannya. Nah, pertanyaannya adalah, bagaimana kamu melatih hentakan kaki kamu? Ada dua cara yang harus kamu tempuh:
1. Berlatih di Sungai yang Arusnya Deras
Kamu harus bisa berdiri tegap di sungai yang memiliki arus yang sangat deras sambil melatih hentakan kaki kamu. Ah, tapi bagaimana mungkin? Dengan arus yang deras, berdiri pun sulit. Apalagi melatih hentakan kaki?
Solusinya adalah Ibu Jari Kaki Penopang!!

Ya, ibu jari kaki kamu harus kuat untuk menopang berat badan kamu. Karena menurut Chinmi:
Kaki penopang sewaktu memijak memiliki satu titik tempat tenaga diberikan sampai akhir. Itu adalah…Ibu Jari Kaki Penopang!
Hentakan Ibu Jari menentukan kekuatan pijakan!
Gitu deh. Nah, tapi pertanyaan lanjutannya adalah, bagaimana cara kamu melatih kekuatan topangan ibu jari kaki kamu?
2. Berlatih Berdiri dengan Satu Ibu Jari di Atas Sebuah Tongkat

Ya! Kamu harus melatih ibu jari kaki kamu dengan cara berdiri tegap di atas sebuah tongkat. Lakukan terus sampai kamu bisa melakukan tendangan di atas tongkat itu dengan hanya bertumpu pada sebuah ibu jari kaki. Jangan bilang gak bisa! Chinmi aja bisa.
Tuh sampe jempolnya berdarah.

Mengalihkan Tenaga Ke Lengan

Namun hentakan kaki saja tidak cukup kalau tidak memanfaatkan pijakan kaki kamu tersebut terhadap pukulan. Tenaga yang kamu hasilkan ini harus dialihkan ke lengan! Menurut Chinmi, cara melakukannya adalah:
Memindahkan tenaga ke lengan sambil memuntir (badan)
Tapi bagaimana cara kamu melatih hal ini? Hanya ada satu cara dan ini cukup berbahaya. Kamu sudah kita ingetin lho.
Berlatih di Tengah Pusaran Air
Jadi hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari sebuah pusaran air. Setelah itu kamu harus masuk ke tengah-tengahnya sampai badan kamu terputar-putar.

Setelah itu, menggunakan kekuatan ibu jari kaki penopang, stabilkan badan kamu sampai kamu tidak terputar lagi. Nah, kemudian bagian berikut ini sangatlah penting.

Ketika kamu sudah tidak berputar lagi, segera hentakkan kaki kamu sambil memutar badan kamu dan memindahkan kekuatan ke lengan kamu! Kalo kamu berhasil, maka pusaran air pasti akan berhenti. Dengan demikian harusnya kamu sudah menguasai Kung Fu Peremuk Tulang.

Demo Kung Fu Peremuk Tulang

Raden sendiri penasaran dengan hasil latihan intensif selama beberapa hari belakangan ini. Nah, inilah hasilnya:

Langkah 1

Langkah 2

Dan....Berhasiilll!!

Horeee! Berhasiiill! Nah, silakan banyak berlatih di rumah ya. Kabarin kita kalo berhasil.
pesan raden: Langkah-langkah di atas akurat menurut Komik Kung Fu Boy Jilid 11. Kalo kamu sampai gagal atau cedera pas latihan di sungai atau pusaran air jangan salahin kita ya.
Ad

Kamis, 08 Agustus 2013

Tata Cara Puasa 6 Hari di Bulan Syawal


Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa berpuasa Ramadhan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, berarti dia telah berpuasa satu tahun." (HR. Imam Muslim dan Abu Dawud). Dan masih hadits yang sama dengan perawi lain. (HR. Ibn Majah).

Dalam hadits tersebut diterangkan, bahwa pahala orang yang berpuasa Ramadhan dan enam hari di bulan Syawwal sama pahala dengan puasa setahun. Karena satu pahala kebaikan nilainya sama dengan sepuluh kali kebaikan (QS. Al-An' am:160). Jika satu kebaikan dihitung sepuluh pahala, berarti puasa Ramadhan selama satu bulan dihitung sepuluh bulan. Dan puasa enam hari di bulan Syawwal dihitung dua bulan. Jadi total jumlahnya adalah satu tahun.

Sebagian ulama memperbolehkan tidak harus berturut-turut enam hari, namun pahalanya sama dengan yang melaksanakannya secara langsung setelah Hari Raya. Puasa Syawal juga boleh dilakukan di pertengahan atau di akhir bulan Syawwal.

Hikmah disyari'atkannya puasa enam hari di bulan Syawwal adalah sebagai pengganti puasa Ramadhan yang dikhawatirkan ada yang tidak sah. Demikian juga untuk menjaga agar perut kita tidak lepas kontrol setelah sebulan penuh melaksanakan puasa, kemudian diberi kesempatan luas untuk makan dan minum. Lebih dari itu, puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh ajaran agama kita.

Imam Malik menghukumi makruh puasa tersebut. Karena ditakutkan adanya keyakinan dan anggapan bahwa puasa enam hari di bulan Syawwal masuk puasa Ramadhan.

Apabila tidak ada kekhawatiran seperti alasan Imam Malik di atas, maka disunahkan puasa enam hari. Berlomba-lomba untuk memperbanyak pahala.

Qadla Ramadhan Sambil Puasa Syawal, sahkah?
Permasalahan menggabung dua niyat dalam ssatu ibadah juga berlaku bagi mereka yang ingin melakukan puasa qadla Ramadhan sambil melakukan sunnah Syawal. Apakah puasanya sah?

Ulama berbeda pendapat dalam masalah tersebut. Ada yang mengatakan jadi puasa qadla dan puasa syawalnya tidak sah. Ada yang mengatakan yang sah puasa sunnahnya dan hutangnya belum gugur. Bahkan ada yang mengatakan tidak sah keduanya dan amalnya sia-sia.

Namun demikian Imam Ramli salah seorang ulama besar madzhab Syafii berfatwa ketika ditanyai tentang seseroang yang qadla Ramadhan di bulan Syawal sambil niat puasa enam hari bulan Syawal apakah sah? Beliau menjawab, gugur baginya hutang puasa dan kalau dia berniat juga sunnah syawal maka baginya pahala puasa sunnah tersebut. Imam Ramli mengatakan bahwa itu pendapat beberapa ulama kontemporer.

Akhirnya, bagi yang mampu dan kuat, maka sebaiknya niat itu satu-satu. Artinya kalau mampu, maka puasa qadla dulu baru melakukan sunnah syawal. Atau kalau kurang mampu, maka puasa syawal dulu karena waktunya pendek hanya sebulan, lalu mengqadla Ramadhan di bulan lain karena waktunya fleksibel selama setahun hingga Ramadhan berikutnya. (Kalau terlambat terkena denda fidyah). Kalau merasa kurang mampu juga, maka baru bisa melirik pendapat imam Ramli tadi. Wallahu a'lam bissowab.

Selasa, 06 Agustus 2013

PANDUAN CARA MEMBUAT KETUPAT LEBARAN 
DARI DAUN KELAPA MUDA

Ketupat lebaran dari daun kelapa muda adalah Seni membuat wadah nasi yang dimasukan dalam sebuah selongsong yang terbuat dari daun kelapa muda yang biasanya sering dilakukan pada waktu menjelang hari lebaran atau hari raya umat islam. Ketupat sendiri memiliki asal usul dan filosofi yang tak lepas dari budaya ketimuran di Indonesia. Nah, Bagi sobat yang baru ingin belajar cara membuat ketupat lebaran dari daun kelapa muda mungkin cara membuat ketupat ala raden ini bisa untuk dijadikan panduannya.

Langkah-langkah panduan cara membuat ketupat.

1. Sediakan beberapa daun kelapa muda yang masih segar,

Panduan Cara Membuat Ketupat1

2. Buanglah lidi pada daun kelapa tersebut,

Panduan Cara Membuat Ketupat2

3. Setelah lidi berhasil dibuang, maka akan jadi 2 helai daun kelapa seperti gambar di bawah,

Panduan Cara Membuat Ketupat 3

4. Lilitkan 1 bagian daun kelapa di tangan kanan (kiri juga boleh) sebanyak 4 kali lilit,

Panduan Cara Membuat Ketupat 4

5. Kemudian Lilitkan 1 bagian daun kelapa yang satunya lagi di tangan kiri (kanan jika yang pertama dilakukan dengan tangan kiri) juga sebanyak 4 kali lilitan,

Panduan Cara Membuat Ketupat 5

6. Pastikan lilitan pada tangan kiri dan tangan kanan adalah berlawanan arah. (contoh: ujung yang besar pada tangan kanan di bawah, ujung yang besar pada tagan kiri di atas),

Panduan Cara Membuat Ketupat 6

7. Pegang ujung lilitan pada tangan kanan dan tangan kiri dengan erat dan saling memasukkan daun lilitan itu (lihat gambar) dan teruskan pada lilitan seterusnya seperti menganyam tikar,

Panduan Cara Membuat Ketupat 7

8. Lanjutkan anyaman pada lilitan yang seterusnya...,

Panduan Cara Membuat Ketupat 8

9. Lanjutkan lagi anyaman pada lilitan yang seterusnya (pada tangan kanan dan kiri),

Panduan Cara Membuat Ketupat 9

10. Teruskan anyaman sehingga lilitan yang ke-4 (lihat gmbar),

Panduan Cara Membuat Ketupat 10

11. Apabila anyaman sudah hampir selesai, sobat akan mendapati bahwa ujung yang kecil bertemu dan ujung yang besar berada pada bucu yang berlawanan,

Panduan Cara Membuat Ketupat 11

12. Tarik ujung yang kecil keluar dan gantikan ujung yang kecil dengan ujung yang besar (anyaman mirip anyaman tikar),

Panduan Cara Membuat Ketupat 12

13. Teruskan anyaman pada ujung yang besar bucu yang satunya lagi,

Panduan Cara Membuat Ketupat 13

14. Ujung yang besar betemu dan ujung yang kecil berada pada bucu yang berlawanan,

Panduan Cara Membuat Ketupat 15

15. Anyam ujung yang kecil ke arah bucu yang belawanan dgn bucu ujung yang besar,


16. Jadilah seperti ini. kemaskan lagi supaya kelihatan lebih rapi dan tidak bocor apabila beras di masukkan,

Panduan Cara Membuat Ketupat 16

17.  Selesai, Jadilah selongsong ketupat yang masih kosong.

Panduan Cara Membuat Ketupat 17

Langkah selanjutnya yaitu  cara untuk memasukkan beras:

1. Masukkan ujung yang besar ke dalam anyaman selongsong ketupat (ini memudahkan langkah),

cara untuk memasukkan beras ke selongsong ketupat 1

2. Maka jadilah seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini,

cara untuk memasukkan beras ke selongsong ketupat 2

3. Pada ujung yang kecil, bukakan sebelah ujung supaya kelihatan lubang seprti di gambar bawah. Kemudian, masukkan beras kurang lebih sebanyak 1 per 3 kedalam selongsong ketupat,

cara untuk memasukkan beras ke selongsong ketupat 3

4. Setelah memasukkan beras, ikat kedua ujung yang kecil seperti gambar di bawah.

cara untuk memasukkan beras ke selongsong ketupat 4

Gimana mudah kan? selamat mencoba dan Selamat Lebaran Sobat...

Kamis, 18 Juli 2013


Shalat Tarawih 4 Rakaat dengan 1 Kali Salam



Pada dasarnya memang shalat sunnah di malam hari itu 2 rakaat dengan satu kali salam, dan bukan 4 rakaat dengan satu salam. Ini sesuai dengan hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

Shalat malam itu 2 (rakaat) 2 (rakaat), jika kalian takut akan datangnya subuh, maka shalatlah satu rakaat (witir) sebagai penutup. (Muttafaq Alaih)
Salah satu hikmah shalat Tarawih itu dilaksanakan 2 rakaat 2 rakaat, karena shalat tarawih itu shalat malam yang dilakukan secara berjamaah. Akan lebih mudah dan lebih ringan buat para Jemaah setiap 2 rakaat ditutup dengan salam. Karena akan terasa berat kalau harus menunggu 4 rakaat untuk salam.
Untuk masalah shalat tarawih 4 rakaat dengan satu salam sekaligus, ini masalah yang ulama belum sepakat, artinya masih berbeda pendapat. Ada yang membolehkan dan ada juga yang melarang. Tetapi Jumhur (mayoritas) Ulama membolehkan shalat dengan cara yang demikian.

Yang Membolehkan
Para ulama yang membolehkan berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Aisyah, Istri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Beliau berkata:

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat 4 (rakaat) dan jangan kau tanyakan bagus dan panjangnya (shalat tersebut), kemudian beliau shalat 4 (rakaat), dan jangan kau tanyakan bagus dan panjangnya, kemudian beliau shalat 3 rakaat (witir) (Muttafaq Alayh)
Hadits ini menunjukkan atas kebolehan shalat malam 4 rakaat dengan satu salam, termasuk tarawih karena tarawih bagian dari shalat malam. Dan hadits Aisyah ini jelas tanpa perlu ditafsirkan apa-apa lagi.
Sedangkan hadits Ibnu Umar yang mengatakan bahwa shalat malam itu 2 rakaat 2 rakaat, itu menunjukkan ke-afdholan-nya, bukan untuk kewajiban. Artinya shalat sunnah malam hari itu afdholnya 2 rakaat dengan satu salam tapi boleh dikerjakan dengan 4 rakaat satu salam.
Karena shalat witir Nabi pun bervariasi. Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah shalat witir langsung 3 rakaat dengan satu salam, pernah juga 5 rakaat dan 7 rakaat sekaligus. Kalau shalat sunnah malam itu harus 2 rakaat, pastilah Rasul memisahkan shalat witirnya 2 rakaat kemudian 1 rakaat, tapi tidak demikian, padahal witir juga termasuk shalat malam.
Aisyah berkata: Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah shalat malam sebanyak 13 rakaat didalamnya witir dengan 5 rakaat. Dia tidak duduk dalam witir tersebut kecuali dirakaat terakhir, kemudian salam. (HR Muslim, Abu Daud)

Yang Melarang
Ulama yang tidak membolehkan shalat tarawih dengan 4 rakaat satu salam berdalil dengan hadits Ibnu Umar yang telah diebutkan diatas tadi. Bahwa shalat malam itu 2 rakaat 2 rakaat. Dan juga beberapa hadits yang senada dengan hadits Ibnu Umar itu.
Adapun hadits Aisyah yang mengatakan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat dengan 4 rakaat 4 rakaat kemudian ditutp dengan 3 rakaat witir, hadits ini menurut mereka ialah hadits yang masih umum. Dan dikhususkan dengan hadits Ibnu Umar tersebut.
Menurut mereka maksud 4 rakaat dalam hadits Aisyah tersebut ialah Nabi shalat 2 rakaat satu salam begitu seterusnya, dan ketika sampai pada 4 rakaat beliau beristirahat. Bukan salam ketika setiap 4 rakaat.
Namun pendapat ini juga masih harus didiskusikan lagi. Karena kalau memang demikian kenapa shalat witir Nabi -sebagaimana banyak riwayat- itu beberapa kali dikerjakan dengan 3 rakaat sekali salam, tidak 2 rakaat kemudian salam. Bahkan 5 rakaat satu salam. Padahal shalat witir itu juga shalat malam, sebagaimana dijelaskan diatas tadi.
Wallahu Alam.

Berikut apa kata ulama 4 mazhab tentang shalat tarawih 4 rakaat dengan satu salam:

Mazhab Hanafi:
Jika seseorang itu shalat tarawih seluruhnya dengan hanya 1 salam saja, dan duduk tasyahud disetiap 2 rakaat, maka shalatnya itu sah, karena ia telah memenuhi rukun dan syarat-syarat shalatnya. Karena (menurut mazhab hanafi) memperbaharui takbir-Ihrom disetiap 2 rakaat itu bukan syarat shalat, tetapi ini dimakruhkan karena tidak sesuai dengan apa yang diwariskan sejak dulu. (Badai Al-Shanai 1/289, Radd Al-Muhtar 1/474)

Mazhab Maliki:
Shalat tarawih disunnahkan untuk dikerjakan 2 rakaat dengan satu salam. Dan makruh hukumnya untuk mengakhirkan salam samapi rakaat ke empat. Yang lebih afdhol itu salam distiap 2 rakaat. (Hasyiyatu Al-Adwi 1/353)

Mazhab Syafii:
Jika seseorang melaksanakan shalat tarawih dengan 4 rakaat satu salam, shalatnya tidak sah. Batal kalau dia mengerjakan itu dengan sengaja dan tahu (bahwa itu tidak sah). Tetapi tidak mengapa jika itu sunnah mutlak dan bukan tarawih. Karena kalau tarawih dikerjakan dengan 4 rakaat itu menyerupai shalat Fardhu dalam hal kesamaannya untuk dilakukan secara berjamaah. (Nihayatul Muhtaj 2/123, Ansal-Matholib 1/201)

Mazhab Hambali:
Ulama Hambali banyak yang tidak membicarakan masalah ini dalam kitab-kitab mereka. Hanya saja ada sedikit dibicarakan oleh Al-Mardawi dalam kitabnya Al Inshaf:
Sesungguhnya yang Afdhal dalam melaksanakan shalat sunnah di siang dan malam hari itu 2 rakaat satu salam. Dan kalau lebih dari 2 rakaat itu sah. Dan bahkan sampai 8 rakaat di malam hari dan 4 rakaat di siang hari, dan inilah (pendapat) mazhab (hambali). (Al-Inshaf 2/132)
Wallahu A’lam

Ustadz Zarkasih Ahmad, S.Sy.

Rabu, 10 Juli 2013

 Sholat Tarawih + Witir, Sholat Tahajud + Witir.



Ada yang bertanya mengenai shalat tahajjud di bulan ramadhan, setelah kita melaksanakan shalat taraweh dan witir apakah  kita masih dibolehkan untuk bertahajjud lagi tengah malamnya?


Tahajjud juga disebut dengan qiyamullail, sebagaimana firman Allah swt :

 وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Artinya : ”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (QS. Al Israa ” 79)

Juga firman Allah swt :

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ ﴿١﴾
قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٢﴾
نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا ﴿٣﴾
Artinya : ”Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS Al Muzammil : 1 -3)

Namun demikian ada juga yang mengatakan bahwa tahajjud dikerjakan pada pertengahan atau akhir malam dan dilakukan setelah orang itu bangun dari tidur. Sedangkan qiyamullail bisa dilakukan di awal, pertengahan atau akhir malam dan tidak mesti setelah bangun dari tidur.

Adapun shalat tarawih maka para ulama juga menyebutnya dengan qiyamullail di bulan ramadhan yang dilakukan setelah menunaikan shalat isya dengan memanjangkan berdirinya. Ia bisa juga disebut dengan tahajjud. Dinamakan tarawih dikarenakan terdapat istirahat setelah dua kali salam. Shalat tarawih ini merupakan sunnah muakkadah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang melakukan qiyamullail (tarawih) dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka dihapuskan dosa-dosanya yang lalu.”

Tentang witir sendiri hukumnya adalah sama baik pada bulan ramadhan maupun diluar bulan ramadhan, yaitu tidak ada dua witir dalam satu malam sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam yang lima kecuali Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidak ada dua witir dalam satu malam.” juga hadits yang diriwayatkan oleh jama’ah kecuali Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir.”

Maka bagi siapa yang telah melakukan shalat tarawih dan witir bersama imam lalu dirinya ingin melakukan kembali shalat malamnya maka hendaklah dia melakukan shalat qiyamullailnya saja (genap) tanpa melakukan witir lagi berdasarkan hadits-hadits diatas, demikian menurut para ulama Hanafi, Maliki, Hambali dan pendapat yang masyhur dari para ulama Syafi’i. Dalil lainnya yang dipakai mereka adalah apa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ummu Salamah bahwa Nabi saw melakukan shalat dua rakaat setelah witir.” Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini juga diriwayatkan dari Abu Umamah, Aisyah dan sahabat lainnya dari Rasulullah saw.

Ada juga cara kedua yang merupakan pendapat para ulama Syafi’i—kitab ”al Mausu’ah al Fiqhiyah (2/9827)”—yaitu hendaklah orang itu mengawalinya dengan melakukan shalat sunnahnya satu rakaat untuk menggenapkan witir yang telah dilakukan sebelumnya kemudian melakukan shalatnya yang genap sekehendaknya kamudian ditutup dengan witir. Hal ini diriwayatkan dari Utsman, Ali, Usamah, Sa’ad, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas sebagaimana ditegaskan oleh Imam Nawawi dan Ibnu Qudamah. Dan dalil yang bisa jadi digunakan mereka adalah hadits,”Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir.”

Wallahu A’lam