Jumat, 20 Februari 2015

Kuis Siapa Berani




Siapa Berani? adalah sebuah acara kuis Indonesia ciptaan Helmy Yahya. Acara kuis ini dibawakan oleh Helmy Yahya dan Alya Rohali, dan pernah dibawakan oleh Iszur Muchtar, Edwin Manangsang, Denny Chandra, Becky Tumewu, dan Debby Sahertian. Kuis Siapa Berani? ditayangkan sejak 3 Juli 2000 hingga 30 Desember 2005 dan ditayangkan di Indosiar setiap Senin-Jumat pukul 08:00-09:00 WIB. Acara ini juga pernah memperoleh penghargaan Panasonic Awards tahun 2001 dan 2002 kategori acara kuis dan game show terfavorit. Versi baru akan ditayangkan di Indosiar sejak tanggal 11 Agustus 2014 hingga sekarang, Acara ini dibawakan oleh Helmy Yahya dan Agnes Monica.
Kuis ini pernah memperoleh penghargaan rekor MURI, karena selama ≥750 episode, kuis ini telah mengumpulkan ≥750.000 peserta.
Selanjutnya, kuis ini bereinkarnasi menjadi Siapa Lebih Berani? (RCTI, 2009), dan Siapa Paling Berani? (ANTV, 2011).


Babak Seberapa Banyak

  • Di babak ini, pembawa acara akan memperlihatkan sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf.
  • Tugas setiap kelompok adalah menuliskan sebanyak-banyaknya kata yang terbentuk dari huruf-huruf yang ada pada kata yang diperlihatkan oleh pembawa acara, dengan ketentuan sbb.:
  1. Kata yang dituliskan wajib terdiri dari minimal 4 huruf
  2. Harus terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
  3. Tidak boleh dimulai dengan huruf besar/kapital.
  • Waktu yang disediakan hanya 1 menit.
  • Jika waktu habis, maka juru tulis dari setiap kelompok harus berhenti menulis, dan pemimpin kelompok (posisi nomor 2 pada setiap kelompok) diminta berdiri untuk memperlihatkan hasil jawaban kelompoknya kepada pembawa acara.
  • Setiap kata yang terjawab benar akan dihadiahi skor 10 poin bagi perwakilan dari setiap kelompok.

Babak Seleksi

  • Di babak ini, pembawa acara akan membacakan 10 pertanyaan pilihan ganda dengan 2 pilihan jawaban (A dan B) secara bergantian kepada 100 kontestan.
  1. Jika memilih jawaban A, maka kontestan menekan tombol merah.
  2. Jika memilih jawaban B, maka kontestan menekan tombol biru.
  • Setelah selesai, pembawa acara akan membahas jawaban benar dari ke-10 pertanyaan yang dilontarkan, dan mengumumkan 5 kontestan dengan nilai terbaik dari 20 kontestan dari 5 kelompok yang akan mendapatkan hadiah barang.
  • Kontestan terbaik dari semua kelompok akan mewakili kelompoknya bermain di babak selanjutnya.
  • Penilaian didasarkan pada ketepatan dan kecepatan kontestan dalam menjawab pertanyaan.
  • Kelompok kontestan dengan total jawaban benar terbanyak akan berkesempatan bermain kembali di episode hari Jumat (disebut tim terbaik) pada akhir acara.
  • Sehingga, pada episode hari Jumat, ke-5 kelompok kontestan yang bertanding adalah 4 tim terbaik dan 1 tim runner-up terbaik.

Babak Trivia

  • Di babak ini, pembawa acara akan membacakan 15 soal pendek secara bergantian.
  • Pertanyaan dijawab secara berebutan dengan menekan tombol bel.
  • Jika sudah tahu jawabannya, maka kontestan perwakilan tiap kelompok boleh menekan tombol bel.
  • Setelah pembawa acara menyebutkan nama kontestan penekan tombol bel, barulah kontestan berhak menjawab pertanyaan tersebut.
  • Jika terjawab benar, maka kontestan penjawab benar akan mendapat tambahan poin.
  • Jika salah, maka skor kontestan penjawab salah akan dikurangi 5 poin.
  • Kepada 95 kontestan lainnya yang tidak bermain, diminta untuk tidak menjawab pertanyaan, memberi kode petunjuk, berbisik-bisik, dan melakukan tindakan kecurangan lainnya.
  • Jika hal itu terjadi, maka skor kontestan perwakilan kelompok yang rekannya melakukan hal terlarang tersebut akan dikurangi 10 poin, dan soal akan dianulir.
  • Hal ini diterapkan untuk menegakkan sportivitas dalam permainan.
  • Pertanyaan 1-5 bernilai 10 poin dan pertanyaan 6-15 bernilai progresif 10-100 poin.

Babak Keberanian

  • Di babak ini, ke-5 kontestan perwakilan masing-masing kelompok dipersilakan kembali ke kelompoknya masing-masing.
  • Kemudian pembawa acara akan membacakan 1 pertanyaan dengan 3 pilihan jawaban (A, B, dan C).
  • Tugasnya adalah mempertaruhkan skor yang telah diperoleh, tetapi tidak boleh melampauinya, dan menjawab A, B, atau C.
  • Waktu untuk berdiskusi adalah 30 detik.
  • Jika jawabannya benar, maka skor akan bertambah sesuai taruhan, dan jika jawabannya salah, maka skor akan berkurang sesuai taruhan.
  • Kontestan perwakilan kelompok dengan nilai tertinggi akan maju ke babak bonus.
  • Jika ada 2 atau lebih kontestan perwakilan kelompok yang memperoleh nilai tertinggi yang sama, maka akan diadakan pertanyaan tambahan untuk menentukan siapa pemenangnya.

Babak Bonus

  • Di babak ini, kontestan perwakilan kelompok pemenang akan berjuang untuk memenangkan hadiah uang tunai sebesar Rp20.000k (Rp30.000k pada hari Jumat).
  • Ada 8 pertanyaan dengan jawaban betul atau salah.
  • Kontestan babak bonus boleh memilih seorang pendamping dalam bermain dan berhak bertanya sekali saja ke kelompoknya.
  • Jika suatu saat kontestan babak bonus menjawab salah, maka permainan berakhir dan hadiah yang terkumpul dipotong 50%.
  • Kontestan babak bonus berhak berhenti bermain, tetapi hadiahnya tidak dipotong (kecuali episode hari Jumat). Sumber : wikipedia.org

Kuis Siapa Lebih Berani



Siapa Lebih Berani? (disingkat SLB?) adalah sebuah acara kuis Indonesia ciptaan Helmy Yahya. Acara kuis ini dibawakan oleh Helmy Yahya dan Alya Rohali. Kuis SLB? merupakan reinkarnasi dari Siapa Berani? yang pernah ditayangkan di Indosiar pada tahun 2000-2005 dengan pembawa acara yang sama. Kuis SLB? ditayangkan di RCTI sejak tanggal 11 Mei 2009 hingga 11 Desember 2009.
Pada tahun 2011, kuis ini bereinkarnasi dengan judul Siapa Paling Berani? (ANTV), Pada tahun 2014, Kuis SIB? merupakan kuis reinkarnasi dari Siapa Ingin Berani? ditayangkan di NET..

Seberapa Dekat

Di babak ini, pembawa acara akan membacakan 3 pertanyaan survei yang harus ditebak hasil surveinya secara bergantian. Setiap kelompok diberi waktu 20 detik untuk berdiskusi di setiap pertanyaannya dalam memberikan jawaban berupa angka yang mendekati hasil surveinya, tetapi tidak boleh melampaui angka hasil survei yang sebenarnya. Akumulasi poin yang terkumpul akan menjadi modal awal bagi perwakilan dari tiap kelompok.

Pilihan

Di babak ini, pembawa acara akan membacakan 10 pertanyaan pilihan dengan 2 pilihan jawaban (A dan B) secara bergantian. Jika memilih jawaban A, maka kontestan menekan tombol merah. Jika memilih jawaban B, maka kontestan menekan tombol hijau. Setelah selesai, pembawa acara akan membahas jawaban benar dari ke-10 pertanyaan yang dilontarkan dan mengumumkan 5 kontestan dengan nilai terbaik dari 20 kontestan dari 5 kelompok yang akan mendapatkan hadiah barang. Kontestan terbaik dari semua kelompok akan mewakili kelompoknya bermain di babak selanjutnya.

Cerita

Di babak ini, pembawa acara akan membacakan 10 soal cerita secara bergantian. Pertanyaan dijawab secara berebutan dengan menekan tombol bel. Jika menekan tombol tetapi tidak menjawab atau menjawab salah, maka kontestan tidak boleh menjawab lagi pertanyaan itu. Jika jawabannya benar, maka kontestan akan mendapatkan nilai. Ke-95 kontestan yang tidak bermain tidak boleh menjawab atau memberitahu jawaban karena akan mengakibatkan pertanyaan didiskualifikasi.
 

Trivia

Di babak ini pembawa acara akan membacakan 10 soal pendek secara bergantian. Pertanyaan dijawab secara berebutan dengan menekan tombol bel. Jika menekan tombol tetapi tidak menjawab atau menjawab salah, maka kontestan tidak boleh menjawab lagi pertanyaan itu. Jika jawabannya benar, maka kontestan akan mendapatkan nilai. Setiap pertanyaan terjawab benar akan menghasilkan skor 10 poin.

Trivia Bertingkat

Di babak ini pembawa acara akan membacakan 10 soal pendek secara bergantian. Pertanyaan dijawab secara berebutan dengan menekan tombol bel. Jika menekan tombol tetapi tidak menjawab atau menjawab salah, maka kontestan tidak boleh menjawab lagi pertanyaan itu. Jika jawabannya benar, maka kontestan akan mendapatkan nilai. Pertanyaan pertama bernilai 10 poin, pertanyaan ke-2 bernilai 20 poin, dan seterusnya, hingga pertanyaan ke-10 bernilai 100 poin.

Betting

Di babak ini, ke-5 perwakilan masing-masing kelompok dipersilakan kembali ke kelompoknya masing-masing. Kemudian pembawa acara akan membacakan 1 pertanyaan dengan 3 pilihan jawaban (A, B, dan C). Tugasnya adalah mempertaruhkan skor yang telah diperoleh tetapi tidak boleh melampaui skor perolehannya, dan menjawab A, B, atau C. Waktu untuk berdiskusi adalah 30 detik. Jika jawabannya benar, maka skor akan bertambah sesuai taruhan; dan jika jawabannya salah, maka skor akan berkurang sesuai taruhan. Perwakilan kelompok dengan nilai tertinggi akan maju ke babak bonus. Jika ada 2 atau lebih perwakilan kelompok yang memperoleh nilai tertinggi yang sama, maka akan diadakan pertanyaan tambahan untuk menentukan siapa pemenangnya

Regulasi

  • Semua pertanyaan dijawab dengan jawaban betul atau salah.
  • Kontestan pemenang berhak didampingi 1 dari 19 rekannya yang dapat dimintai bantuan kapan saja sepanjang permainan.
  • Kontestan pemenang dan pendampingnya berhak bertanya hanya 1 kali kepada 18 rekannya untuk membantu memberikan jawaban dengan musyawarah mufakat.
  • Jawaban akhir tetap hak mutlak kontestan pemenang.
  • Jika jawaban akhir kontestan pemenang ternyata tepat, maka permainan berlanjut, dan perolehan hadiah kontestan bertambah.
  • Jika jawaban akhir kontestan pemenang ternyata tidak tepat, maka permainan berakhir, dan perolehan hadiah kontestan dipotong 50%.
  • Jika kontestan pemenang menyatakan menyerah (pass), maka permainan berakhir, tetapi hadiahnya tidak dipotong. Sumber:wikipedia.org

Senin, 16 Februari 2015

Sejarah Kaca Spion



Penemu nama kaca spion aslinya adalah Purwanto asal Blitar.
Pada thn 1908, Purwanto bersama temannya bernama Yono sedang mengendarai mobil jaman dulu tanpa kaca spion menuju Solo ....
Setiap hendak mendahului kendaraan atau berbelok, Purwanto meminta Yono utk menengok kebelakang dan Purwanto selalu tanya ;
"sepi Yon ?"
"Sepi Yon ?"
Sejak saat itulah kaca utk melihat kebelakang pada mobil itu disingkat dan disebut .... "Spion" ....

Yang bener ini nih...Sejarah Kaca Spion..


Jika Anda berkendara, maka kemungkinan Anda menggunakan kaca spion Anda setiap kali Anda belok, atau mundur dan parkir mobil atau truk, atau setidaknya Anda harus menggunakannya. 

Tapi apakah Anda pernah berhenti sejenak untuk benar-benar berpikir tentang dimana/siapa orang pandai yang menggunakan kaca reflektif berasal? Siapa yang pertama kali memiliki ide untuk menambahkan cermin untuk interior mobil ? Nah, kebetulan bahwa penggunaan pertama dari kaca spion saat mengemudi disebabkan oleh pengemudi mobil balap, sebuah mobil pembalap dalam perlombaan yang sangat terkenal.

Pada tanggal 30 Mei 1911, pada pelantikan berjalan dari 500 di India Indianapolis, Ind, sopir Ray Harroun melaju dan melambung Tawon Marmon untuk meraih kemenangan sendiri.

Sendirian dalam arti bahwa ia tidak memiliki mekanik tinggi dengan dia, dan untuk semua pembalap, seperti yang dilakukan setiap pesaing lainnya pada hari itu.

Tawon Marmon kuning cerah adalah efisien dan dibangun untuk hanya satu orang. Tidak ada ruang untuk montir. Jadi, dalam rangka untuk mengawasi driver mendekat dari belakang (pekerjaan biasanya ditangani oleh mekanik tinggi), Harroun menemukan cara untuk dapat menghadap/melihat ke belakang mobilnya,dengan cermin. Dan itu berhasil, dan Harroun melaju menuju kemenangan dalam lomba pertama kalinya 500 Indianapolis.

Segera setelah itu, produsen mobil mulai memproduksi mobil baru dengan cermin spion sebagai perlengkapan standar keselamatan. Sumber: Modifikasi.com

Senin, 02 Februari 2015

Sang Penyumbang Emas Monas di Indonesia

Tokoh Yang Terlupakan, Sang Penyumbang Emas Monas di Indonesia

Orang Jakarta pasti tak asing lagi kalau mendengar kata Monas apalagi dengan pucuknya yang dilapisi dengan emas dan sudah menjadi lambang Kota Jakarta.
Oleh karena itu pernahkah terbesit di benak kalian, siapa yang menyumbang emas yang ada di Monumen Nasional atau sering dikenal sebagai Monas? Mungkin sebagian dari kalian berfikir kalau emas yang ada di ujung Monas itu adalah hasil patungan dari berbagai saudagar-saudagar kaya, pinjaman luar negeri, atau dari harta rampasan perang?
Jika kalian pernah berfikir seperti itu, tentu kalian ragu. Memang, emas yang ada di atas Monumen Nasional itu adalah hasil dari sumbangan dari berbagai saudagar kaya yang ada di Indonesia pada saat itu. Namun, sebagian besar emas yang ada di Monas, adalah hasil dari sumbangan saudagar Aceh yang bernama Teuku Markam.

Ia menyumbang 28 dari 38 kilogram emas yang ada di Monas. Ia adalah salah satu orang terkaya pada zaman pemerintahan Soekarno. Sebenarnya masih banyak sumbangsih yang Teuku Markam persembahkan untuk negeri kita tercinta ini. Diantaranya, membebaskan lahan Senayang untuk dijadikan sebagai pusat olahraga terbesar di Indonesia.
Selain itu beliau juga memberikan dana kepada pemerintah orba untuk membangun jalan Banda Aceh-Medan, insfrastruktur di Aceh dan di Jawa Barat, serta pembangunan jalan-jalan yang ada di Jawa Barat.

Ia adalah saudagar Aceh yang lahir pada tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban berasal dari kampung Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara.

Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu ketika ia berusia 9 tahun. Lalu ia diasuh oleh kakanya yang bernama Cut Nyak Putroe. Ia sempat bersekolah sampai kelas 4 Sekolah Rakyat (SR).

Teuku Markam kemudian tumbuh menjadi pemuda yang mengikuti pendidikan wajib militer di Kutaraja yang sekarang bernama Banda Aceh. Selama bertugas di Sumatra Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran.

Bahkan ia ikut mendamaikan pertengkaran antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis. Sebagai prajurit penghubung,beliau diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto.

Tugas itu diembannya sampai Gatot Soebroto meninggal dunia. Tahun 1957, Teuku Markam berpangkat kapten. Ia kembali ke Banda Aceh dan mendirikan sebuah lembaga usaha yang bernama PT Karkam.
Namun perjalanannya di Aceh tidak semulus yang ia duga. Di sana ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena disiriki oleh orang lain. Akibatnya beliau ditahan dan baru keluar tahun 1958. Petentangan Teuku Markam dengan Teuku Hamzah kemudian berhasil didamaikan.

Lalu perusahaan PT. Karkam dipercaya oleh pemerintah RI mengelola rampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku Markam benar-benar berhenti menjadi tentara, kemudia ia melanjutkan karirnya dengan menggeluti usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya.
Bisnisnya semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor-impor dengan sejumlah Negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja, bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan DEPHANKAM dan presiden.

Komitmennya untuk membantu pemerintah adalah untuk mendukung pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Peran Teuku Markam dalam menyukseskan KTT Asia Afrika tidak sedikit.

Beliau termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain. Berkat bantuan para konglomerat itulah KTT Asia Afrika berhasil memerdekakan Negara-negara yang ada di Asia dan Afrika.

Pada tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Soebroto selama kurang lebih dua tahun. Tak hanya di situ. Pemerintah orde baru juga merampas hak milik PT. Karkam dan merubahnya menjadi atas nama pemerintah.
Itulah kisah sedih si penyumbang emas. Banyak seumbangsih yang dia beri kepada pemerintah Indoensia, tetapi sama sekali tidak diharga. Malah Teuku Markam hidup sengsara di hari tuanya. Itulah perangai buruk pemimpin yang ada di zaman orba. sehabis dipakai, pelepahpun dibuang.

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/liberalism/2015/01/23/35213/tokoh-yang-terlupakan-sang-penyumbang-emas-monas-di-indonesia/#sthash.eA6lfJiG.dpuf